VAN GAAL | 303AGENT | AGEN BOLA ONLINE | TERBAIK | TERPERCAYA | VAN GAAL | 303AGENT | AGEN BOLA ONLINE | TERBAIK | TERPERCAYA |

(Foto: Reuters)

303agent – Legenda Manchester United, Paul Scholes tetap menyimpan keyakinan dan kepercayaan kepada pelatih anyar, Louis van Gaal. Meskipun mengalami awal yang mengecewakan di kompetisi domestik.

Van Gaal sempat diproyeksikan akan meneruskan tongkat estafet Sir Alex Ferguson di Old Trafford. Mengingat pelatih asal Belanda itu merupakan salah satu pelatih terbaik yang pernah ada.

Pelatih berusia 62 tahun itu juga memberikan angin segar untuk klub dan para fans dengan mempersembahkan trofi International Champions Cup sebelum kompetisi Premier League musim 2014-15 bergulir. Akan tetapi, Setan Merah justru melempem saat melakoni pertarungan yang sesungguhnya.

Membuka musim ini, United secara mengejutkan takluk di tangan Swansea 1-2. Parahnya hal tersebut diderita di hadapan puluhan ribu pendukung mereka di Teater Impian. Di pekan kedua, langkah United tertahan 1-1 di tangan Sunderland di Stadium of Light.

Tak cukup sampai di situ, kampiun Premier League dua musim lalu itu kembali bertekuk lutut di tangan klub kasta tiga, MK Dons pada babak kedua Capital One Cup. Empat gol tanpa balas menutup derita David de Gea cs di Milton Keynes.

Sebagian kalangan menilai bahwa rentetan hasil minor yang diraih United di awal musim ini karena belum terbiasanya menggunakan formasi 3-5-2. Taktik yang dibawa Van Gaal pun mendapat kecaman, namun tidak demikian dengan Scholes.

Bagi personil Class of 1992 itu, justru para pemain bertahanlah yang tampil kurang maksimal dan tidak berfungsi dengan baik. Scholes menambahkan, tidak mudah untuk menerapkan strategi baru dalam waktu instan.

“Tiga pemain di sektor pertahanan tampak tidak bekerja dengan baik. Saya mengerti bahwa Van Gaal sedang mencoba untuk membuat banyak perubahan yang sangat cepat, tetapi masalahnya para pemain belum dapat beradaptasi dengan formasi baru, 3-5-2,” kata Scholes, seperti dilansir Sportsmole, Kamis (28/8/2014).

“Tidak pernah mudah untuk membuat perubahan secara drastis dalam waktu singkat. Tetapi ini tidak berarti bahwa taktik Van Gaal salah. Perubahan tidak selalu berakhir buruk dan setiap pemain memiliki tanggung jawab dan percaya dengan metode pelatih mereka,” tutupnya.